Electronic Resource
Memaksimalkan Ibadah di Sya'ban
Sya’ban secara etimologi berasal dari kata sya-‘a-ba (شعب) yang berarti berpencar atau terpisah. Dinamakan demikian karena bangsa Arob pada bulan tersebut berpencar mencari air atau berpencar untuk melakukan peperangan setelah sebelumnya berdiam diri di bulan Rojab, bulan Harom.
Ibnu Hajar Al-Asqolani (852 H) dalam kitabnya menyebutkan: “Dinamakan Sya’ban karena mereka (bangsa Arob) tasyya’aba (berpencar) untuk mencari air atau untuk melakukan serangan (perang) setelah keluarnya bulan Rojab yang harom.” (Fathul Bari)
Ada yang mengatakan: “Hanyalah dinamakan Sya’ban karena terpancar padanya kebaikan yang banyak untuk Romadhon.”
Banyak manusia terjebak dalam kelalaian setelah bulan Rojab yang mulia dan terlalu fokus bersiap secara materi untuk Romadhon, sehingga mereka lalai akan kemuliaan ibadah di bulan Sya’ban itu sendiri.
Nabi bersabda ﷺ:
«ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ»
“Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilalaikan manusia karena letaknya antara bulan Rojab dan bulan Romadhon.” (HHR. An-Nasa’i no. 2357)
Justru seharusnya kebalikannya, ia diisi dengan amal sholih sebagai pembiasaan beramal di Romadhon.
Dari Abu Bakr Al-Warroq (280 H) beliau berkata:
شهرُ رجبٍ شهرُ الزَّرعِ، وشهرُ شعبانَ شهرُ السَّقيِ للزَّرعِ، وشهرُ رمضانَ شهرُ حصادِ الزَّرعِ
“Bulan Rojab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyiram tanaman, dan bulan Romadhon adalah bulan memanen tanaman.” (Latho-if al-Ma’arif, Ibnu Rojab, hal. 121)
Bulan Sya’ban adalah anugerah waktu yang diberikan Alloh untuk hamba-hamba-Nya yang ingin mensucikan diri. Dengan menjauhi segala bentuk bid’ah dan berpegang teguh pada Hadits-Hadits yang shohih, seorang Muslim akan mendapatkan manisnya iman.
Kita memohon kepada Alloh agar menyampaikan usia kita hingga bulan Romadhon dalam keadaan sehat dan iman yang kokoh. Alhamdulillahirobbil ‘alamin.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain