• 021-9172638 (current)
  • perpustakaan@istiqlal.or.id
  • Unduh
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Perpustakaan Istiqlal

  • Login Librarian
  • Berita
  • Profil
    Profil Singkat Struktur Organisasi Sambutan Kepala Perpustakaan Pustakawan Kontak
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Pusaka Indonesia
    • Kepustakaan Tokoh Pahlawan P. Diponegoro
    • Kepustakaan Tokoh Pahlawan Jenderal Soedirman
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    • Literasi Kanker Indonesia
    Pencarian
    • Indonesia One Search
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • Scopus
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • KINK Kemenkes
    • R2KN Kemenkes
    Alat & Sumber Belajar
    • Mendeley
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
    Pustaka Kami
    • Jurnal Nasional
    • Jurnal Internasional
    • Jurnal Dilanggan
    • Prosiding
    • Modul Bahan Ajar
  • Area Anggota
    Masuk Daftar Online

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Jawa-Islam di Masa Kolonial: Suluk, Santri, dan Pujangga Jawa

Electronic Resource

Jawa-Islam di Masa Kolonial: Suluk, Santri, dan Pujangga Jawa

Florida, Nancy K. - Nama Orang; Irfan Afifi - Nama Orang;

Bagi penjajah, di satu sisi, Islam memunculkan kecurigaan sebagai sebuah kenyataan berbahaya, suatu kekuatan yang, mampu dan mungkin akan muncul di mana saja dan kapan saja. Di sisi yang lain, Islam masih tetap akan merupakan semacam hantu yang kehadirannya tak diakui, nyaris seperti perlu meruwatnya dari realitas tulên "Jawa". Islam menandakan bahaya, namun sebuah bahaya yang dalam jangkauan otoritas penjajah perlu dipahami, dan oleh karena itu memang dipandang, sebagai suatu yang asing aneh, dan secara intrinsik bersifat "bukan Jawa". Dan oleh karena Islam berasal dari tempat asing yang dianggapnya tidak cocok dengan Jawa-"nya", para pejabat kolonial biasa mengecap manusia Jawa yang diluasainya scbagai Muslim sinkretik saja. Otoritas kolonial nampaknya perlu menyangkal kemungkinan “Islam Jawa sesungguhnya" atau "Jawa Islam sesungguhnya" Jadi meskipun pejabat kolonial sangat bersemangat mengawasi dan mengobservasi "hantu Islam" pada pinggiran atau pada retakan masyarakat Jawa yang mereka jajah, tetap saja mata mereka "tak mampu melihat" Islam tulen yang begitu mengemuka di tengah tengah kerumunan penduduk banyak. Bahkan lebih lanjut hingga pada satu titil: adalah merupakan kepentingan kolonial untuk menanamkan, dan mengembangkan kelalaian itu, "kegagalan melihat" itu, pada manusia Jawa sendiri, dan paling penting adalah penanamannya pada elit-bangsawan Jawa.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2x0.0958 Flo j
Penerbit
Bantul : Buku Langgar., 2020
Deskripsi Fisik
xiv, 265 hlm. : ilus. ; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-72250-4-6
Klasifikasi
2x0.0958
Tipe Isi
computer program
Tipe Media
computer
Tipe Pembawa
volume
Edisi
Cet. 1
Subjek
Islam di Indonesia
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Nancy K. Florida ; penerjemah, Irfan Afifi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Jawa-Islam di Masa Kolonial: Suluk, Santri, dan Pujangga Jawa
    Bagi penjajah, di satu sisi, Islam memunculkan kecurigaan sebagai sebuah kenyataan berbahaya, suatu kekuatan yang, mampu dan mungkin akan muncul di mana saja dan kapan saja. Di sisi yang lain, Islam masih tetap akan merupakan semacam hantu yang kehadirannya tak diakui, nyaris seperti perlu meruwatnya dari realitas tulên "Jawa". Islam menandakan bahaya, namun sebuah bahaya yang dalam jangkauan otoritas penjajah perlu dipahami, dan oleh karena itu memang dipandang, sebagai suatu yang asing aneh, dan secara intrinsik bersifat "bukan Jawa". Dan oleh karena Islam berasal dari tempat asing yang dianggapnya tidak cocok dengan Jawa-"nya", para pejabat kolonial biasa mengecap manusia Jawa yang diluasainya scbagai Muslim sinkretik saja. Otoritas kolonial nampaknya perlu menyangkal kemungkinan “Islam Jawa sesungguhnya" atau "Jawa Islam sesungguhnya" Jadi meskipun pejabat kolonial sangat bersemangat mengawasi dan mengobservasi "hantu Islam" pada pinggiran atau pada retakan masyarakat Jawa yang mereka jajah, tetap saja mata mereka "tak mampu melihat" Islam tulen yang begitu mengemuka di tengah tengah kerumunan penduduk banyak. Bahkan lebih lanjut hingga pada satu titil: adalah merupakan kepentingan kolonial untuk menanamkan, dan mengembangkan kelalaian itu, "kegagalan melihat" itu, pada manusia Jawa sendiri, dan paling penting adalah penanamannya pada elit-bangsawan Jawa.
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Istiqlal
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Chat on WhatsApp

© 2026 — Perpustakaan Istiqlal

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik