Electronic Resource
Jiwa Perspektif Ibnu Sina: Satu Bagian dari Kitab Asy-Syifa
Buku ini, Jiwa Perspektif Ibnu Sina: Satu Pembahasan dari Kitab Al-Syifa, mengajak pembaca untuk menyelami pemikiran mendalam seorang filsuf dan ilmuwan Islam terkemuka, Ibnu Sina (Avicenna), melalui terjemahan dan analisis bagian keenam dari magnum opusnya, Kitab Al-Syifa. Fokus utama buku ini adalah eksplorasi hakikat jiwa (al-nafs)—sebagai substansi spiritual yang menghidupkan tubuh, memungkinkan persepsi, dan membuka jalan menuju pengetahuan ilahi—dengan pendekatan yang menggabungkan filsafat, teologi, dan ilmu alam. Dengan bahasa yang jelas dan kontekstual, buku ini menyajikan terjemahan langsung dari teks asli dalam bahasa Arab, dilengkapi dengan penafsiran yang menghubungkan ide-ide Ibnu Sina dengan tantangan kontemporer, seperti neurosains, psikologi, dan etika teknologi. Pembaca akan menemukan analisis mendalam terhadap konsep-konsep kunci seperti argumen “manusia terbang” (flying man), akal aktif (al-‘aql al-fa‘‘al), dan akal kudus (al-‘aql al-qudsi), yang menawarkan wawasan tentang kesadaran, intuisi, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Struktur buku ini mengikuti delapan bab dari bagian keenam Al-Syifa, meliputi pembuktian keberadaan jiwa, klasifikasi kekuatan-kekuatannya, dan diskusi tentang penglihatan serta keabadian jiwa. Setiap bab diperkaya dengan catatan kaki, glosarium, dan peta konsep untuk mempermudah pemahaman. Ditujukan bagi akademisi, profesional di bidang ilmu kognitif, serta pembaca umum yang tertarik pada filsafat dan spiritualitas, buku ini tidak hanya menjadi jembatan antara tradisi klasik dan pemikiran modern, tetapi juga undangan untuk merenungkan makna hidup dan potensi intelektual manusia. Dengan penuh penghormatan kepada warisan Ibnu Sina, buku ini menginspirasi pencarian kebenaran yang terus relevan di abad ke-21.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
2x7.1 Sin j
- Penerbit
-
Sumedang :
Jim-Zam.,
2025
- Deskripsi Fisik
-
vii, 177 hlm.
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
2x7.1
- Tipe Isi
-
text
- Tipe Media
-
computer
- Tipe Pembawa
-
online resource
- Edisi
-
Mei 2025
- Subjek
-
- Info Detail Spesifik
-
-
- Pernyataan Tanggungjawab
-
Ibnu Sina ; penerjemah, Udin Juhrodin
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Buku ini, Jiwa Perspektif Ibnu Sina: Satu Pembahasan dari Kitab Al-Syifa, mengajak pembaca untuk menyelami pemikiran mendalam seorang filsuf dan ilmuwan Islam terkemuka, Ibnu Sina (Avicenna), melalui terjemahan dan analisis bagian keenam dari magnum opusnya, Kitab Al-Syifa. Fokus utama buku ini adalah eksplorasi hakikat jiwa (al-nafs)—sebagai substansi spiritual yang menghidupkan tubuh, memungkinkan persepsi, dan membuka jalan menuju pengetahuan ilahi—dengan pendekatan yang menggabungkan filsafat, teologi, dan ilmu alam. Dengan bahasa yang jelas dan kontekstual, buku ini menyajikan terjemahan langsung dari teks asli dalam bahasa Arab, dilengkapi dengan penafsiran yang menghubungkan ide-ide Ibnu Sina dengan tantangan kontemporer, seperti neurosains, psikologi, dan etika teknologi. Pembaca akan menemukan analisis mendalam terhadap konsep-konsep kunci seperti argumen “manusia terbang” (flying man), akal aktif (al-‘aql al-fa‘‘al), dan akal kudus (al-‘aql al-qudsi), yang menawarkan wawasan tentang kesadaran, intuisi, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Struktur buku ini mengikuti delapan bab dari bagian keenam Al-Syifa, meliputi pembuktian keberadaan jiwa, klasifikasi kekuatan-kekuatannya, dan diskusi tentang penglihatan serta keabadian jiwa. Setiap bab diperkaya dengan catatan kaki, glosarium, dan peta konsep untuk mempermudah pemahaman. Ditujukan bagi akademisi, profesional di bidang ilmu kognitif, serta pembaca umum yang tertarik pada filsafat dan spiritualitas, buku ini tidak hanya menjadi jembatan antara tradisi klasik dan pemikiran modern, tetapi juga undangan untuk merenungkan makna hidup dan potensi intelektual manusia. Dengan penuh penghormatan kepada warisan Ibnu Sina, buku ini menginspirasi pencarian kebenaran yang terus relevan di abad ke-21.
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar