Electronic Resource
Hadis Palsu Dalam 4 Kitab Sunan
Jika kita memperhatikan aktivitas ritual ibadah yang dilakukan oleh kebanyakan ummat Islam saat ini, kemudian kita bandingkan dengan tuntunan al-Qur'an dan as-Sunnah yang shahih, sepertinya kita mendapati sebuah miss link di sana. Banyak sekali amalan yang di-anjurkan oleh tokoh-tokoh agama, para ustadz dan da'i yang, jika kita cari sumbernya dalam al-Qur'an dan as-Sunnah yang shahih, kita tidak menemukannya.
Jika kita telusuri sebabnya, ini dikarenakan keterbatasan kemampuan para da'i tersebut untuk mengakses Islam dari sumbernya yang asli. Berbeda dengan ulama terdahulu, para imam terdahulu sangat menjaga periwayatan (sanad) untuk menjaga otentitas data yang mereka terima. Dengan sanad inilah kita dapat meneliti keshahihan sebuah hadits/riwayat.
Syaikh Muhammmad Nashiruddin al-Albani adalah salah satu imam ahli hadits abad ini yang mempertahankan dan getol mempromosikan tradisi para ulama ahli hadits terdahulu, demi mempertahankan keotentikan Islam sebagaimana yang dibawa nabi Muhammad di masanya.
Dalam buku kecil ini, anda dapat melihat bagaimana para imam ahli hadits Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah sangat menjaga keshahihan hadits Nabi. Itupun dengan menyertakan sanad (silsilah periwayatan) yang memudahkan kepada kita yang hidup sekian abad setelah mereka meneliti kebenaran hadits-hadits tersebut tanpa harus taqlid kepada mereka.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain