Text
TARMIZI TAHER: Jembatan Umat, Ulama, dan Umara
Tarmizi Taher termasuk tokoh fenomenal. Menteri Agama dalam Kabinet Pembangunan VI ini berani tampil tidak populer untuk menyelesaikan berbagai soal keagamaan. la menyatakan bertanggung jawab saat didemo dalam keruwetan pemberangkatan haji. Masalah paspor hijau yang merupakan problem laten dalam penyelenggaraan haji disıkatnya. Bahkan pernyataannya bahwa "Perusuh, Halal Darahnya menjadi kontroversi panjang. Maka sedikitnya, pernah tiga kali Tarmizi dituntut mundur. Kehidupan Tarmizi Taher yang begitu dinamik membuat Wakhudin, wartawan HU. Pikiran Rakyat Bandung, yang sehari-hari meliput berita keagamaan, tergelitik untuk membukükannya. Wakhudin lahir di Desa Bangsa, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah, 30 September 1965. Anak kedua dari enam bersaudara pasangan Achmad Suwardjo dan Ny. Warsiti ini sejak kecil dilatih berdagang di pasar. Orang tuanya selain bertani juga pedagang tembakau. Setelah menempuh pendidikan dasar di pondok pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Kebarongan, Banyumas, Jawa Tengah, Aliyah, ia melanjutkan ke sampai jenjang Madrasah Institut Agama Islam Negeri (AIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Fakultas Tarbiyah Jurusan Tadris Bahasa Inggris. Selama di kampus, penulis aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia pernah mengikuti kursus jurnalistik di Lembaga Pers Doktor Soetomo (LPDS), dan mulai bergabung dalam Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung, tahun 1990 sampai sekarang. Beristrikan Ny. Otti Sunarti, ia memiliki dua orang putri - Permata Mahdliyatun Nisa dan Intan Hafidzatul Huquq.
Tidak tersedia versi lain